Edy Rahmayadi Tinjau Kilang Padi Modern BUMD di Sergai

Modernisasi sistem penggilingan padi menggunakan mesin canggih menjadi satu jawaban untuk mempercepat produksi pertanian dan menyejahterakan petani. Untuk itu, Pemprov Sumut akan mendorong perluasan cakupan di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut saat meninjau kilang padi di Dusun I, Desa Kotagaluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (31/8). Turut hadir Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan serta sejumlah pejabat.

Diketahui, kilang padi yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Dhirga Surya tersebut merupakan bagian dari program pembinaan petani padi bermartabat dalam rangka pengadaan beras untuk Sumut Bermartabat.

Kilang padi yang menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG) tersebut dilengkapi fasilitas Rice Milling Unit (RMU) dengan kapasitas input Gabah Kering Giling (GKG) 5-7 ton/jam dan output beras 3 ton/jam. Ada juga driyer berkapasitas 30 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan Silo 2 x 30 ton GKG, sehingga ditargetkan dapat menyerap 1.000 ton GKP/bulan.

Pada kunjungan tersebut, Gubsu melihat proses produksi mulai dari pengering gabah, pengupasan kulit padi hingga pengemasan yang menggunakan mesin modern. Edy juga diberi penjelasan alat tersebut mempersingkat waktu, sehingga tidak memerlukan waktu penjemuran padi hingga kering.

Namun, proses produksi tersebut masih skala kecil dibandingkan dengan jumlah produksi padi dari petani di Kabupaten Sergai dengan luas areal persawahan sekitar 31 ribu hektare. Tetapi mesin tersebut memiliki keunggulan dengan hanya memerlukan waktu satu jam sejak gabah mulai diproses sampai menjadi beras dan dikemas dalam karung.

“Jadi tadi saya katakan, kalau memang benar ini bisa menyejahterakan rakyat, kenapa tidak? Memang kehadiran kami, DPRD, bupati, ini kan untuk itu. Makanya saya datang ke sini. Karena banyak yang sudah ngomong (bicara) sana sini, tetapi saya lihat ini ada wujudnya yang bisa kita perbuat,” sebutnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menyiapkan kebijakan dan fasilitas agar pengelolaan proses produksi beras bisa dilakukan secara profesional. Karena, menurutnya, langkah tersebut menggunakan uang rakyat.

“Kalau ini sudah oke (berjalan), kita akan hitung nanti secara profesional, baru kita cerita target. Kalau sudah cerita target, kita harus biayai. Ini baru Rp15 miliar. Kalau memang pasti, kenapa tidak Rp100 miliar atau Rp150 miliar? Tidak ada masalah,” jelas Edy.

Karena itu pula, rencana program modernisasi produksi beras itu juga akan dialokasikan ke kabupaten lain di Sumut. Sebagai provinsi yang turut menyumbang surplus beras untuk Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Pemprov Sumut mendorong percepatan proses pengolahan tersebut.

Atas keberadaan mesin tersebut, Bupati Sergai Darma Wijaya mengapresiasi perhatian Gubsu yang mencanangkan program percepatan produksi beras di Sumut. Sebagaimana sebelumnya ia sampaikan, bahwa Pemprov terus memperhatikan pengembangan dan peningkatan di sektor pertanian. (wol/aa/d2)

Sumber : Waspada.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.